Failover dengan 2 Line / Gateway (ISP) dengan Mikrotik

 Skenario untuk Implementasi Failover :
Sebuah Perusahaan yang berpusat di Bandung, memiliki kantor cabang yang berada di Jakarta. Perusahaan membutuhkan koneksi diantara kantor pusat dan kantor cabang tersebut selama 24 jam penuh per hari, demi kelancaran bisnis. Perusahaan tersebut memiliki 2 dua line / gateway dari 2 isp yang berbeda (yang akan diterapkan sistem failover). Diantara kedua kantor tersebut (pusat dan cabang) menggunakan router Mikrotik sebagai titik penghubung. Router mikrotik pada setiap kantor, difungsikan juga sebagai server DHCP untuk jaringan LAN masing-masing kantor.

Topologi:



R1 : Router yang berada di Kantor pusat (Bandung).
R2 : Router yang berada di Kantor cabang (Jakarta).
Koneksi dengan menggunakan 2 provider / ISP.
R1 Detail:
Eth Interface Name IP Address Keterangan
0 isp1 1.1.1.1/24 Koneksi menggunakan ISP1
1 isp2 10.1.0.111/24 Koneksi menggunakan ISP2
2 lan1 192.168.45.1/24 Sebagai DHCP-Server untuk Kantor pusat
R2 Detail:
Eth Interface Name IP Address Keterangan
0 isp1 1.1.1.2/24 Koneksi menggunakan ISP1
1 isp2 10.1.0.112/24 Koneksi menggunakan ISP2
2 lan1 192.168.168.1/24 Sebagai DHCP-Server untuk Kantor cabang
=============================================================
Konfigurasi IP Address R1



Konfigurasi Routing R1:

  

Konfigurasi DHCP-Server R1 (ether3):
Buat ip pool:
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.45.2-192.168.45.100
Tambah DHCP Network dan Gateway:
/ip dhcp-server network add address=192.168.45.0/24 gateway=192.168.45.1
Menambahkan DHCP-Server pada Interface ether3
/ip dhcp-server add interface=ether3 address-pool=dhcp-pool
=============================================================
Konfigurasi IP Address R2:



Konfigurasi routing R2:



Konfigurasi DHCP-Server R2 (ether3):
Buat ip pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.168.2-192.168.168.100
Tambah DHCP Network dan Gateway:
/ip dhcp-server network add address=192.168.168.0/24 gateway=192.168.168.1
Menambahkan DHCP-Server pada Interface ether3
/ip dhcp-server add interface=ether3 address-pool=dhcp-pool
=============================================================
Hasil akhir :
Apabila dari kedua jalur (isp1 atau isp2) ada yang putus salah satu, maka jalur backup langsung aktif. Misalnya, jalur isp1 putus, maka jalur isp2 aktif secara otomatis. Dan ketika jalur utama (isp1) sudah up kembali, maka link kembali menggunakan jalur isp1. Hal ini terlihat dengan menggunakan tracert dari PC kantor pusat ke PC kantor Cabang.

Powered by Blogger.